Jum’at, 04/10/2019. Jakadebing adalah Jalan Kaki di pagi hari sambil melakukan tarikan
napas dalam (Slow Deep Breathing)
merupakan kesimpulan Diskusi yang
dilakukan di ruang tutorial kampus 2 UNJANI oleh kelompok 6 program studi
Keperawatan S(-1) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarata. Disampaikan
oleh Nia Djuru semester 5 angkatan 2017.
| Tim Diskusi Kelompok 6 |
. Jakadebing
dilakukan untuk mengontrol tekanan darah bagi penderita Hipertensi. Caranya
adalah dengan berjalan kaki di pagi hari selama 30 menit sambil melakukan tarikan
napas dalam melalui hidung dan menghembuskan dari mulut secara perlahan.
Diskusi ini dilakukan di ruang tutorial kampus 2 UNJANI oleh kelompok 6 program
studi Keperawatan S(-1) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarata.
Hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang melebihi batas normal (≥140/90
mmHg). Hipertensi termasuk salah satu faktor pencetus penyakit tidak menular (Non
Communicable Disease) seperti penyakit jantung, stroke dan lain-lain yang
saat ini menjadi momok permasalahan kesehatan di dunia.
Menurut WHO jumlah hipertensi pada orang dewasa meningkat dari 594 juta
pada tahun 1975 menjadi 1,13 miliar di tahun 2015. Prevalensi hipertensi di
Indonesia sendiri berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ≥ 18 tahun
sebesar 34,1% dari tahun 2007-2018 di mana di tahun 2013 terjadi peningkatan
prevalensi 25,8% (RIKESDAS, 2018). Sementara, hipertensi di Yogyakarta menjadi
penyakit nomor dua setelah Nasopharyngitis akut sebanyak 66.618 kasus di
Puskesmas tahun 2017. Salah satu target global untuk Penyakit Tidak Menular adalah mengurangi
prevalensi hipertensi sebesar 25% di tahun 2025.
Untuk mengontrol tekanan
darah pada penderita hipertensi kita bisa melakukan aktivitas fisik. Aktivitas
fisik yang berlebihan dapat meningkatkan curah jantung yang besar karena menggunakan energi yang banyak. Penderita hipertensi
dianjurkan untuk melakukan aktivitas ringan, seperti Jakadebing.
Mengangkat
hasil penelitian yang dilakukan oleh Triangto (2014) jika jalan kaki di pagi
hari mampu meningkatkan dan
mempertahankan denyut jantung pada zona latihan yang telah dianjurkan selama 30
menit tanpa henti. Jalan pagi secara teratur dapat menurunkan tekanan darah
sistole 4-8 mmHg.
Sementara Slow Deep
Breathing Exercise seperti yang dijelaskan oleh Kozier. Erb (2010) latihan
pernapasan dalam dan lambat (Slow Deep Breathing) merupakan terapi non
farmakologis yang dapat memicu terjadinya peningkatan sensitivitas baroreflek
dan mengurangi aktivitas simpatis dan aktiviasi chemoreflex, yang menunjukkan
efek berpotensi menguntungkan dalam hipertensi.
Penelitian Sepdianto et al
(2010) mendapatkan hasil bahwa pengaruh
Slow Deep Breathing Exercise terhadap perubahan tekanan darah penderita
hipertensi selama 4 hari dengan frekuensi 2 kali dalam sehari memperlihatkan
perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna antara sebelum dan
sesudah melakukan Slow Deep Breathing
Exercise, yaitu mengalami penurunan
tekanan darah sistolik sebesar 2,69 mmHg dan tekanan darah diastolik 3,87 mmHg. #njb